Tulisan ini
kami ambil dari suatu percakapan di sebuah Group Facebook. Kami merasa
percakapan ini sangat menarik, sehingga perlu kami arsipkan dengan harapan
tulisan ini dapat bermanfaat untuk memberikan motifasi kepada sahabat-sahabat
semua dalam mengelola dan menjalankan roda organisasi Gerakan Pemuda Ansor.
======================================================
Teringat dalam
benak saya, bagaimana NU awal tahun 2000-an begitu tergantung oleh pengusaha
pengekspor ikan dari Pidodowetan, sebut saja Si Fulan. Si Fulan seolah-olah
menjadi satu-satunya dontap (donatur tetap) tiap kali NU punya hajat
infrastruktur. Tapi ketika usaha Si Fulan gulung tikar, NU seolah-olah
kehilangan sosok ibu menyusui, jadi kurang gizi.
Jadikan
pelajaran saja, Nahdlotut Tujar ada sebelum NU, dari perdagangan para ulama
itulah kemudian NU dibiayai, didirikan sampai bercabang-cabang. Kuncinya
kemandirian, pendanaan secara mandiri salah satunya lewat social prenuer dengan
pendirian RSNU akan menjadikan organisasi NU mandiri, kuat dan dinamis.
Bagaimana menumbuhkkembangkan rasa memiliki suatu organisasi?
1. Kesadaran jihad fisabilillah. Tidak cuma perang sabil dan menuntut
ilmu agama, tapi nguri-uri NU sebagai media dakwah islamiyah jg bentuk
jihad.
2. Kesadaran infaq, sedekah, zakat tidak harus pada lingkungan
sekitar tapi terhadap NU juga Insya Allah banyak manfaatnya.
3. Take and give (memberi dan menerima) bagaimana
membuat NU dibutuhkan masyarakat, terutama bidang-bidang sosial?
Bagaimana teknik operasionalnya terkait point yg nomor 3 itu ?
NU itu punya Banom banyak dan amal usaha juga lazisnu
kesemuanya dioptimalkan, akan sangat menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.
1. LazisNU dg pendanaan yg optimal tentunya akan memberikan dampak bagi mustahiq 8 asnaf, paling mencolok fakir miskin. Program BLSM pemerintah bisa diadopsi, khususnya bagi fakir miskin yg sudah tua dan tidak memiliki penyangga keluarga lagi atau tdk ada yg bekerja. Buat fakir miskin yg masih mampu bekerja, kasih saja ternak atau modal usaha lain dg sistem bagi hasil.
2. Bidang hukum, LBPHNU harus memberi konsultasi dan pendampingan kepada warga NU, sebagai contoh; kasus NU yang digugat oleh mantan tapol PKI dan di Kendal ada kasus asuransi belum terbayar yg menyeret tokoh NU.
3. Bidang pertanian, NU bisa mengambil posisi sebagai penengah perselisihan lahan dan pengairan, memastikan subsidi pupuk terpenuhi, dll.
4. Bidang pendidikan, NU harus mengupayakan pendidikan pesantren agar diterima secara resmi oleh Depag dan disetarakan dengan pendidikan Formal, sehingga lulusannya bisa melanjutkan ke jenjang yg lbh tinggi dan atau diserap industri dan lembaga pemerintahan. Kalau belum bisa, buat pendidikan Kejar Paket terutama untuk kalangan pesantren, sehingga mereka diakui dan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan dapat terserap industri dan lembaga Pemerintahan.
sumber : Rahma Purnama
=====================================================

Tidak ada komentar:
Posting Komentar